Kelas IV Semester II
Standar Kompetensi |
Kompetensi Dasar |
2. Mengenal sumber daya alam kegiatan ekonomi dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi |
Mengenal permasalahn social di daerahnya. |
z Mengenal Masalah-masalah Sosial di Lingkungan Setempat
Kita
tidak bisa bebas dari masalah-masalah sosial. Ada banyak sekali masalah sosial.
Bisakah kamu menyebutkan bebera contoh masalah sosial di lingkungan tempat
tinggalmu dan di wilayah provinsimu? Kita akan membahas contoh-contoh masalah
sosial di lingkungan tempat tinggal kita, misalnya masalah kependudukan,
keamanan, sampah, kebakaran, pencemaran lingkungan, rusaknya atau buruknya
fasilitas umum, ketidaktertiban dan ketidakdisiplinan, narkoba, pemborosan
energi, dan kelangkaan barang kebutuhan.
1.
Masalah-masalah kependudukan
Masyarakat yang tinggal atau mendiami suatu
wilayah tertentu disebut penduduk. Jumlah penduduk yang mendiami suatu wilayah
menentukan padat tidaknya di wilayah tersebut. Kita akan membahas beberapa
masalah kependudukan yang terjadi di negara kita. Masalahmasalah kependudukan
yang terjadi di Indonesia antara lain persebaran penduduk yang tidak merata,
jumlah penduduk yang begitu besar, pertumbuhan penduduk yang tinggi, rendahnya
kualitas penduduk, rendahnya pendapatan per kapita, tingginya tingkat
ketergantungan, dan kepadatan penduduk.
v Persebaran penduduk yang tidak merata
Wilayah
negara kita sangat luas. Penduduk yang tinggal di wilayah negara kita tidak
merata. Ada daerah yang sangat padat, namun ada juga daerah yang sangat jarang
penduduknya. Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sangat padat. Menurut
sensus tahun 2000, setiap satu kilometer persegi didiami lebih dari dua belas
ribu orang. Ini sangat berbeda dengan Provinsi Kalimantan Barat. Di sana hanya
ada 27 orang yang mendiami wilayah seluas satu kilometer persegi.v Jumlah penduduk yang begitu besar
Jumlah
penduduk Indonesia sangat banyak. Indonesia menduduki urutan keempat negara
terbanyak jumlah penduduk setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Jumlah
penduduk Indonesia berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 adalah 205,8 juta
jiwa.v Pertumbuhan penduduk yang tinggi
Jumlah penduduk Indonesia sudah
sangat banyak. Jumlah ini akan terus bertambah karena pertumbuhan jumlah
penduduk juga tinggi. Hal ini disebabkan oleh angka kelahiran lebih tinggi
dibandingkan dengan angka kematian.v Kualitas penduduk rendah
Indonesia memiliki tingkat
pendidikan yang rendah. Ini mempengaruhi kualitas atau mutu penduduk Indonesia.
Masyarakat Indonesia kurang memiliki keahlian dan keterampilan dalam bekerja.
Akibatnya, masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan yang bagus.v Rendahnya pendapatan per kapita
Pendapatan per kapita artinya
rata-rata pendapatan penduduk setiap tahun. Pendapatan per kapita penduduk
Indonesia masih rendah. Remdahnya pendapatan per kapita rendah berkaitan erat
dengan banyaknya masyarakat miskin.v Tingginya tingkat ketergantungan
Penduduk yang tidak tidak bekerja
disebut penduduk yang tidak produktif. Biasanya penduduk yang tidak bekerja
adalah yang telah berusia lanjut atau masih anak-anak dan remaja. Mereka ini
disebut usia nonproduktif. Penduduk nonproduktif menggantungkan hidupnya pada
penduduk produktif (bekerja). Karena usia nonproduktif tinggi, maka tingkat
ketergantungan di Indonesia cukup tinggi.v Kepadatan penduduk
Beberapa kota besar di Indonesia sangat padat.
Tingginya kepadatan penduduk menyebabkan masalah-masalah sosial seperti
pengangguran, kemiskinan, rendahnya pelayanan kesehatan, meningkatnya tindak
kejahatan, pemukiman kumuh, lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat, dan
sebagainya. Pemerintah terus berupaya mengatasi masalah-masalah kependudukan di
atas. Upaya yang sudah dijalankan pemerintah antara lain sebagai berikut.
1) Menekan
laju pertumbuhan penduduk melalui program keluarga berencana.
2) Melaksanakan
program transmigrasi.
3) Meningkatkan
kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.
2. Tindak Kejahatan
Contoh
tindak kejahatan adalah pencurian, perampokan, penjambretan, pencopetan,
pemalakan, korupsi, pembunuhan, dan penculikan. Banyaknya tindak kejahatan
menciptakan rasa tidak aman. Perampokan dan penodongan menggunakan senjata api
sering terjadi di kota besar. Di desa pun sering terjadi pencurian. Misalnya,
ada yang mencuri ternak, hasil pertanian, hasil hutan, dan sebagainya. Tindak
kejahatan pencurian dan perampokan sering disebakan oleh masalah kemiskinan dan
pengangguran. Karena itu, pemerintah dan masyarakat harus berusaha keras untuk
menciptakan lapangan kerja. Selain itu, kualitas dan pemerataan pendidikan
harus ditingkat-kan untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian warga.
Sementara itu, aparat keamanan, terutama polisi harus mampu memberantas tindak
kejahatan. Masyarakat diharapkan membantu polisi. 3. Masalah sampah
Salah satu masalah sosial yang dihadapi
masyarakat adalah sampah. Masalah sampah sangat mengganggu, terutama kalau
tidak dikelolah dengan baik. Bagi masyarakat pedesaan, sampah mungkin belum
menjadi masalah serius. Tapi, tidak demikian dengan masyarakat yang tinggal di
kota atau di daerah padat penduduk. Masyarakat kota dan daerah padat penduduk
menghasilkan banya sekali sampah. Sampah segera menumpuk jika tidak segera
diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Pemerintah, dalam hal ini
adalah Dinas Kebersihan, memikul tang-gung jawab dalam mengelola sampah. Sampah
yang menumpuk menimbulkan bau tidak sedap. Sampah yang ditumpuk dapat menjadi
sumber berbagai penyakit menular. Misalnya, muntah berak (muntaber), penyakit
kulit, paru- paru, dan pernapasan. Karena itu, kalau kamu perhatikan, di
lingkungan tempat tinggalmu ada selalu ada petugas sampah. Setiap bulan orang
tuamu membayar iuran sampah. Masalah lain berkaitan dengan sampah adalah kebiasaan
buruk membuang sampah sembarangan. Di banyak tempat banyak warga yang biasa
membuang sampah ke sungai dan saluran air. Sungai dan aliran air menjadi
mampet. Akibatnya, sering terjadi banjir jika hujan lebat. Semua warga masyarakat harus ikut serta mengelola
sampah. Warga bisa mengurangi masalah sampah dengan tertib mengelola sampah.
Kita biasakan untuk memisahkan sampah plastik dari sampah basah. Kemudian kita
menaruh sampah di tempat semestinya.
4. Pencemaran lingkungan
Perairan
bisa tercemar karena ulah manusia, misalnya membuang sampah ke sungai dan
menangkap ikan dengan menggunakan pestisida. Sungai, danau, atau waduk juga
menjadi tercemar kalau pabrik-pabrik membuang limbah industri ke sana.
Pencemaran mengakibatkan matinya ikan dan makhluk lainnya yang hidup di air.
Akhirnya, manusia juga menderita kerugian.
Pencemaran udara disebabkan asap kendaraan bermotor dan asap
pabrik-pabrik. Kamu yang tinggal di kota pasti menghadapi masalah ini setiap
hari.Udara yang kita hirup adalah udara yang sangat kotor. Bayangkan apa yang
terjadi dengan paru-paru kita, kalau kita menghirup udara yang sangat kotor
seperti itu. Berbagai cara telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi
pencemaran udara. Misalnya, membuat taman kota dan menanam pohon
sebanyak-banyaknya. Kita sebagai warga negara sebaiknya ikut serta dalam
program ini. Selain itu, kalau kita memiliki kendaraan bermotor, usahakan
supaya kendaraan tersebut layak dipakai. Jangan sampai kendaraan milik kita
mengeluarkan banyak asap. Kalau bepergian ke mana-mana, sebaiknya menggunakan
kendaraan umum. Jumlah kendaraan di jalan jadi berkurang.
5. Kebakaran
Kebakaran yang terjadi di masyarakat umumnya
merupakan kebakaran pemukiman. Sebuah rumah terbakar dan menjalar ke
rumah-rumah di sekitarnya. Penyebabnya antara lain kompor meledak dan sambungan
arus pendek (korsleting) listrik. Karena itu, masyarakat harus sangat hatihati
dengan dua hal ini. Kebakaran pemukiman kumuh dan padat penduduk umumnya
merusak sebagian bahkan seluruh rumah yang ada di sana. Ini disebabkan karena
bahan-bahan yang dipakai untuk membangun rumah memang mudah terbakar. Selain
itu, jalan masuknya sempit sehingga sulit dijangkau oleh mobil pemadam
kebakaran. Kebakaran pemukiman sangat
menyusahkan warga. Kita harus berusaha mencegah terjadinya kebakaran di
lingkungan kita. Caranya antara lain sebagai berikut.
·
Merawat kompor supaya layak pakai dan tidak
bermasalah.
·
Merawat jaringan listrik. Kabel yang mulai
mengelupas diganti.
·
Mematikan kompor setelah memasak.
·
Berhati-hati menggunakan lilin dan korek api.
Kebakaran hutan sering terjadi
pada musim kemarau. Asap kebakaran hutan banyak sekali. Asap kebakaran hutan
mengganggu kesehatan dan lalu lintas. Selain itu, kawasan hutan akan semakin
berkurang. Kalau terjadi kebakaran, segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran
terdekat. Warga juga harus saling membantu memadamkan api. Dan yang juga
penting adalah mencegah terjadinya kekacauan atau aksi pencurian yang biasanya
ikut terjadi pada saat terjadi kebakaran.
6. Rusaknya atau buruknya fasilitas umum
Fasilitas umum digunakan secara bersama oleh
masyarakat. Banyak fasilitas umum dalam keadaan rusak atau tidak terpelihara,bukan. Banyak sarana transportasi seperti bus, kereta api, dan kapal sudah tua dan kotor. Demikian juga fasilitas-fasilitas sosial lainnya seperti telpon umum, WC umum, tempat hiburan dan rekreasi, dan sebagainya. Fasilitas umum memang dipelihara dan dijaga oleh pemerintah. Meskipun demikian, masyarakat harus membantu merawat dan menjaga supaya tidak cepat rusak. Kalau ada fasilitas umum yang rusak, hendaknya segera melapor ke pihak berwenang.
7. Perilaku tidak disiplin
Dalam hidup sehari-hari kita
menjumpai banyak sekali perilaku tidak disiplin. Kita ambil contoh keadaan di
jalan raya. Salah satu penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas adalah
perilaku tidak disiplin. Contoh perilaku tidak disiplin di jalan raya antara
lain sebagai berikut.
1)
Menjalankan kendaraan melawan arus. Hal
ini umumnya dilakukan pengendara sepeda motor.
2)
Mengendarai sepeda motor di tempat yang
bukan semestinya, misalnya di trotoar dan jalur cepat.
3)
Pengandara mobil yang parkir
sembarangan.
4)
Angkot dan bis sering berhenti di
sembarang tempat untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.
5)
Pejalan kaki menyebrang jalan meskipun
rambu untuk pejalan kaki menyala merah. Banyak juga pejalan kaki yang
menyeberang bukan pada tempat semestinya.
Masih banyak lagi contoh perilaku tidak disiplin
dalam masyarakat. Misalnya perilaku tidak disiplin menempatkan sampah, tidak
disiplin membayar pajak, tidak disiplin dalam antre, dan lain-lain. Coba kamu
sebutkan tiga lagi contoh perilaku tidak disiplin di lingkunganmu.
8. Penyalahgunaan narkoba dan alkohol
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan
obat-obatan berbahaya. Narkotika adalah obat untuk menenangkan syaraf,
menghilangkan rasa sakit, dan meningkatkan rangsangan, contohnya morfin,
heroin, dan kokain. Zat-zat yang tergolong narkoba umumnya dipakai dalam dunia
medis. Siapa pun yang menggunakannya untuk tujuan di luar tujuan pengobatan
(medis) tergolong tindakan yang salah. Penyalahgunaan narkoba menjadi masalah
sosial yang sangat serius. Pemakai narkoba akan kecanduan. Zat-zat itu
perlahan-lahan merusak tubuh pemakainya. Banyaknya peredaran narkoba dan
penyalahgunaan narkoba sangat meresahkan.
Negara
kita memiliki hukum yang sangat keras yang mengatur peredaran narkoba. Siapa
yang berani mengedarkan narkoba jenis apapun akan dihukum sangat berat. Mereka
yang menggunakannya pun bisa dihukum. Demikian pula penggunaan alkohol. Agama
telah melarang umatnya untuk mengkonsumsi alkohol. Negara kita juga memiliki
undang-undang yang melarang penjualan alkohol di sembarang tempat. Meskipun
demikian, masih ada banyak orang yang menyalahgunakan alkohol. Kamu tahu apa
yang terjadi kalau orang terlalu banyak minum alkohol? Orang itu akan mabuk.
Dalam keadaan mabuk, orang bisa melakukan apa saja, termasuk kejahatan. Keadaan
ini tentu akan mengganggu ketertiban masyarakat.
9. Pemborosan Energi
Sumber
energi berupa bahan bakar (minyak bumi, gas alam, dan batu bara) suatu ketika
akan habis. Sumber energi ini tidak dapat diperbarui.Karena itu, kita harus hemat memakainya supaya sumbersumber energi ini tidak cepat habis. Contoh cara menghemat energi antara lain sebagai berikut.
·
Mematikan lampu-lampu yang tidak diperlukan.
·
Bepergian naik kendaraan umum atau sepeda.
·
Memanfaatkan sumber energi alternatif misalnya
dari tumbuhtumbuhan, angin, air, dan matahari.
10. Kelangkaan barang-barang kebutuhan
Apa yang dirasakan ibumu ketika sulit
mendapatkan beras? Tentu akan cemas, bukan? Dalam masyarakat kita beberapa kali
terjadi kelangkaan barang kebutuhan tertentu. Beberapa waktu yang lalu
masyarakat kesulitan mendapatkan kedelai. Akibatnya, kegiatan industri berbahan
baku kedelai, seperti industri tahu, tempe, susu kedelai, dan kecap terganggu.
Barang-barang kebutuhan yang sering langka antara lain minyak tanah dan minyak
sayur. Kelangkaan barang-barang kebutuhan sehari-hari meresahkan masyarakat.
Oleh karena itu, kelangkaan barang-barang termasukmasalah sosial. Pemerintah mempunyai tugas memastikan bahwa persediaan barang-barang kebutuhan sehari-hari cukup.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar